Label:

Hi diary, long time no see.
How are.? I'm fine. did you that I have a great experience this year.

Tak terasa sudah masuk semester lima lagi. Rasanya baru kemarin masuk kuliah, jadi mahasiswa baru, di ospek sama senior yang galak-galak, di bentak, di seri di suruh pake ini itu, pokoknya luar biasa. Semester lima dengan semangat baru untuk meraih masa depan, walaupun 2 bulan kebelakang separuh dari jiwa ini pergi. Kehilangan seseorang yang menjadi panutan di keluarga, imam bagi kami semua sebagai anak-anaknya. Orang yang tidak pernah mengeluh menjalani kehidupan dengan segala problematika hidup. Dia adalah AYAH-ku. DIA telah memanggilnya kembali untuk menghuni surga-NYA dan hidup damai dalam tidur yang lelap sampai sebuah terompet membangunkannya.

Aku tahu hubungan aku dengan beliau tidak terlalu dekat, begitu juga dengan keluarga yang lain, kakak, abang, adik bahkan ibuku. Tapi aku yakin hubungan ini akan membaik suatu hari nanti. Dalam blog ini aku ingin rasanya untuk menulis surat cinta untuk ayahku yang tinggal dan hidup tenang disurganya Allah. Menyatakan semua permintaan maaf atas semua dosa dan kesalahan yang telah aku perbuat yang membuat aku membencinya, sementara aku tidak menyadari kenapa beliau tidak pernah merasa menyesal mempunyai anak seperti aku bahkan membenci aku.

Surat Cinta untuk Ayah 
      Di 
         Surga


            Ayah apakabrmu hari ini.? gimana rasanya tinggal di surga.? apakah semuanya baik-baik saja.? Lama sudah Utam tidak mendenagr kabar ayah. Ayah tahukah engkau, ketika engkau pergi dihari itu? Itu adalah hari ulang tahunku yang ke-24. Yah, semuanya suad diatur oleh DIA sang perencana dan pemasti  hidup ini. Rasanya baru kemarin aku diajari ayah berjalan dan ayah menuntunku untuk berjalan. Ketika aku terjatuh tangan perkasamu mengangkat tubuh ini dan bilang "kamu tidak apa-apa? Ayo ayah tuntun". Ayah selalu mendidik aku dengan cara yang berbeda dari anak yang lain. Kini aku baru menemukan jawban dari semua yang telah engkau lakukan. Hnya satu alasan, yaitu untuk membuatku menjadi anak laki-laki yang siap bertempur menjalani hidup yang penuh tantangan ini.
         Ayah melalui surat ini aku hanya ingin meminta maaf atas semua kesalahan yang telah aku lakukan. Terimakasih untuk menjadi ayah terbaik untuk aku tak pernah mengeluh. Tapi sayang aku belum sempat merasakan kasih sayang mu yang murni. Hanya satu do├íku untuk mu. Aku yakin DIA menempatkanmu dalam surga yang indah bersama malaikat.

Terimakasih dan sayang aku untuk ayah.
 

 

0 komentar:

Posting Komentar