Surat Cinta Untuk Ibu

Label:

Pontianak, 13 Desember 2010

Assalamu’alaykum Wr. Wb

Mah apa kabar…? Semoga mamah baik-baik saja ya… Mah, melalui goresan pena ini ingin aku curahkan perasaanku selama ini. Sebelumnya ingin aku bertanya kepada mamah? Apakah mamah sayang kepadaku?  Terkadang aku merasa iri ketika berkumpul bersama di rumah, dan aku selalu merasa aneh ketika berhadapan dengan mamah… Entah mengapa mah???

Jujur mah dalam benakku sampai sekarang ini masih penuuh dengan tanda Tanya. Mengapa sampai sekarang tidak ada penjelasan pasti yang terlontar darimu mamah…

Sering aku mendengar celotehan-celotehan dari sanak saudara yang lain dan sering juga aku dibuatnya semakin penasaran dan gelisah.

Mah… jujurlah padaku!!! Sebenarnya ada apa ini…., sudahlah kalau memang  tidak mau jujur padaku, tidak apa-apa.mungkin ini belum saatnya mengetahui itu dan kalaupun suatu saat nanti tiba waktunya aku akan siap menerima semuanya yang terjadi. Entah apapun itu… Tapi yang jelas aku tidak ingin kehilanganmu mamah…

Mamah…

Walaupun aku tidak seperti anak-anak perempuan lain yang dekat dengan ibunya, dan begitu terbuka dengan persoalan hidupnya, tapi sebenarnya aku merindukan hal seperti itu. Sayang aku tidak bisa mah karena melihat sifat mamah yang begitu cuek kepadaku.

Mah, jujur dalam hati kecilku sebenarnya aku selalu menangis ketika mengingat itu semua, dan terkadang aku selalu  bermimpi kalau mamah dekat denganku. Mah, hati ini sakit kalau terus-terusan seperti ini. Mamah adalah orang yang melahirkanku dan mamah yang membesarkanku , tapi mengapa mah semua terasa asing bagiku…? Mah, tolong jangan biarkan anakmu ini masuk neraka jahannam akibat aku tidak mengenal siapa dirimu… ma’afkan aku mah…

Pernah suatu hari mamah menelponku aku bicara padamu biasa saja, tapi dalam hati ini sebenarnya perih mah, karena aku menahan rasa rindu dan perasaan yang tak pernah terungkapkan. Mah, aku butuh mamah… Aku tak punya siapa-siapa lagi selain mamah dan keluarga. Maafkan aku mah…

Ingin aku ungkapkan perasaan ini padamu, tapi aku tak berani mah… dan untuk mengungkapkan perasaan ini aku hanya bisa menangis untuk melupakan rasa rindu dan penasaranku yang terkadang muncul tiba-tiba.

AKU SAYANG MAMAH…

Mah, kalau mamah tidak mau bicara tentang itu, ya sudah lupakan saja dan akupun akan mengubur dalam-dalam rasa penasaranku itu.. Cukuplah penasaranku sampai disini dan kedepannya aku ingin menjadi anak yang manis yang selalu dekat denganmu. Ingin kucium tangan dan keningmu sebagai tanda maaf dariku..

Mamah, andai waktu bisa kuputar

Aku ingi mengulang hidupku

Menjadi lebih baik dan dekat denganmu

Dan menjadi sosok anak yang seperti mamah inginkan..

Mah, melalui goresan ini aku curahkan perasaanku, dan melalui goresan ini juga, aku ingin menyampaikan perasraan rinduku pada mamah…

Meskipun sudah sekian lama kita tidak pernah bertemu namun dengan goresan yang kusampaikan ini semoga bisa mengurangi rasa rinduku kepadamu… dan bagiku mamah selalu ada didekatku, selalu berbisik kepadaku agar aku bisa menjalani hidup dengan benar dan sesuai dengan tatapan dan cita-cita.

Mah, doakan aku ya… agar aku bisa menjadi anak yang berbakti pada keluarga. Mah, dengarlah kau….

Esok, lusa atau kapan

Aku akan datang pada mamah…

Dan mempersembahkan sesuatu kepada mamah…

Aku ingin melihat mamah tersenyum

Tersenyumlah untuk aku anakmu mah…

Biarlah rasa penasaran itu aku pendam dalam hidupku dan akupercaya bahwa Allah Maha Penyayang. Ya Allah aku titip mamah padamu, jaga dia dan lindungi diriya…

Dari kecil sudah banyak aku menyusahkanmu mah… Selalu membuatmu kesal dan selalu membuatmu menangis karena kenakalanku… namun sayang ketika ku mulai beranjak dewasa ku hidup berjauhan denganmu mah… Belum sempat aku membalas kebaikan dan kesabaranmu, maafkan aku mamah…

Hanya luapan air mata dan rintihan hati yang selalu membelenggu diriku ketika rasa rindu itu datang..

Mah, ini aku anakmu…

Aku ingin sampaikan goresan ini sebagai tanda ungkapan perasaan anakmu yang begitu menderita  dengan beba dipundaknya. Semoga setelah mamah membaca surat ini, mamah bisa tahu apa isi dalam hati dan pikiranku saat ini…

Terima kasih mamah engkau telah membesarkanku. Mungkin hanya ini goresan yang bisa aku sampaikan pada mamah. Mah, jaga diri baik-baik ya… Salam sayang buat bapak!! Peluk serta cium kusanpaikan dalam surat ini.. Mah, terima kasih dan wassalam…

AKU SAYANG MAMAH…





Anakmu,



   Ami

1 komentar:

  1. Unknown mengatakan...:

    you need more

Posting Komentar