Diary 2

Label:

Pagi ini aku terbangun denga kepala yang pusing dan berat banget untuk melakukan aktifitas seperti biasanya. Suara dari mesjid membangunkan aku dari lelapnya tidur, bergegas ku ambil air wudhu untuk menjalankan shalat subuh. Setelah itu langsung lets' go ke tempat kerja sampai dengan jam 7 pagi tak lupa semangkuk bubur ayam Bandung menjadi teman sarapan pagi ku. pulang ke rumah rasa kantuk menyerang ku lagi dengan serangan yang bertubi-tubi. Ku baringkan badanku di atas kasur yang empuk hingga terlelap dan bermimpi tentang seseorang yang menjadi pujaan hatiku selama ini. Dia adalah orang yang kemarin dan kemarinnya lagi aku lihat, tapi tak berani aku tegur. Rasa malu ini selalu menghantui dan menyiksa aku. Entah sampai kapan perasaan ini akan terpendam, hanya tuhan yang tahu jawabannya. Aku terbangun dari hayalan yang tak mungkin menjadi kenyataan, bergegas mandi dan pergi ke kampus dengan santai karena hari ini tidak ada matakuliah tetapi seperti biasa Dosen ngasih tugas bikin essay dua lembar dalam bahasa inggris, sampai aku menulis ini aku masih belum menyentuh tugas itu, karena rasa malas masih menghantui dan membayang-bayangi. Berpamitan seperti biasa tapi dengan respon yang biasa juga, ada apa sebenarnya, atau hanya perasaan aku saja yang selalu sensitif dan rapuh seperti ranting yang kering. Ah. gumamku dalam hati, aku terlalu sensitif, lebih baik berfikir kedepan daripada mikir yang tidak-tidak. Senang rasanya bisa melihat dia pagi ini, seolah-olah menjadi penyemangat dalam hidup aku yang sendiri ini, yang telah lama haus akan kasih sayang dari oarang terdekat. Pagi ini akan menjadi saksi hidup yang indah uintuk anak manusia yang berbeda dengan yang lain dan mempunyai banyak kekurangan.

0 komentar:

Posting Komentar